Sejarah

Atas prakarsa mantan atlet wanita serta penggemar olahraga di Indonesia, dibentuklah Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI), yang disahkan kemudian oleh Direktorat Jendral Olahraga, berdasarkan SK No. 062 tahun 1967, tanggal 20 Mei 1967, di Jakarta.

Kongres pertama PERWOSI dilaksanakan dari tanggal 12-14 Oktober 1967. Pada tahun 1969, PERWOSI menjadi anggota International Association of Physical Education and Sport for Girls and Women (IAPESGW) dan di tahun yang sama mengikuti kongres IAPESGW VI di Tokyo – Jepang.

PERWOSI juga menjadi anggota organisasi berikut:

Badan Fungsional KONI Pusat.

International Aerobic Federation (IAF), yang berpusat di Tokyo – Jepang, sejak tahun 1990.

Kegiatan PERWOSI yang pernah dilaksanakan antara lain: seminar-seminar olahraga, pertandingan kelompok umur, menghadiri berbagai kongres wanita dan olahraga berskala nasional dan internasional, serta memberikan penghargaan kepada para atlet wanita Indonesia yang telah berprestasi di ajang nasional maupun internasional.

Sejarah PERWOSI dapat diuraikan sebagai berikut:

    • 1967•

Dibentuk berdasarkan SK Ditjen Olahraga No. 062 Tahun 1967.

Pengurus pertama Perwosi setelah dibentuk:

Ketua Umum: Ny. Dra. Mien Gondowidjoyo, Msc

Sekretaris Umum: Ny. Niel Arief

Bendahara: Ny. Lies Mashuri

PERWOSI menjadi anggota Badan Fungsional KONI Pusat.

Kongres Pertama PERWOSI, 12-14 Oktober.

    • 1968 •

    Menjadi anggota Internasional Association of Physical Education and

    Sport for Girls and Women (IAPESGW).

    • 1969 •

    Mengadakan Pekan Olahraga Wanita Nasional Pertama (POWANAS I)

    di Jakarta, yang mempertandingkan 5 cabang olahraga.

    Mengikuti Kongres IAPESGW VI di Tokyo – Jepang.

    • 1972 •

    Mengadakan Pekan Olahraga Wanita Nasional ke Dua (PORWANAS II) di

    Bandung yang mempertandingkan 6 cabang olahraga.

    • 1975-1980 •

    Mengadakan Pekan Olahraga Wanita Nasional ke Tiga (PORWANAS III) di

    Jakarta yang mempertandingkan 6 cabang olahraga.

    Mengadakan Pekan Olahraga Wanita Nasional ke Empat (PORWANAS IV) di

    Jakarta.

    • 1989 •

    Mengikuti Kongres IAPESGW ke XI di Bali – Indonesia.

    • 1990 •

    Menjadi anggota International Aerobic Federation (IAF) yang berpusat di

    Tokyo.

    • 1991 •

    Mengadakan Pekan Olahraga Wanita Nasional ke Lima (PORWANAS V) di

    Jakarta yang mempertandingkan 6 cabang olahraga.

    • 2006 •

    Memberikan apresiasi kepada 10 atlit wanita Indonesia berprestasi.

    • 2009 •

    Memberikan apresiasi kepada 2 atlit wanita Indonesia yang masih

    berprestasi diusia yang tidak muda lagi.

    • 2010 •

    Telah memiliki 24 Pengurus Provinsi.